Keseimbangan Anggaran, Pramono Edie Janji Pembangunan Merata

Selasa, 04 Maret 2014



TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Selama ini pembangunan di Indónesia seringkali dipandang tidak merata. Pasalnya pembangunan banyak terfókus di Pulau Jawa.
Menanggapi hal itu, Pramónó Edhie Wibówó, peserta Kónvensi Calón Presiden Partai Demókrat mengaku pihaknya akan memperhatikan masalah keseimbangan anggaran dari pusat ke daerah.
"Itu perhatian saya, keseimbangan anggaran dari pusat ke daerah. Pembanguanan yang saya inginkan bukan hanya besarnya tapi juga pemerataan pembangunan," ucap Edhie, Selasa (4/3/2014) di Makassar.
Lalu saat ditanya bagaimana kónsep pembangunan di Indónesia bagian timur apabila nantinya Edhie terpilih sebagai presiden ? Edhie mengaku akan tetap berpegang pada kónsep pembangunan Indónesia yang merata.
"Ya tetap pembangunan merata, tidak difókuskan di Jawa. Apa yang diharapkan masyarakat di daerah itu yang akan diutamakan. Seperti cóntóhnya di Sulawesi ini, hasil cóklatnya luar biasa, bisa dilipat gandakan," ujarnya.

Timnas U-23 Tetap Anggap Serius Skuat Malaysia U-21



Yógyakarta - Tim nasiónal Indónesia U-23 dipastikan hanya melawan tim Malaysia U-21 dan urung meladeni tim U-23 dalam agenda ujicóbanya. Hal itu tak terlalu dipermasalahkan pelatih Aji Santósó.

Timnas U-23 sebelumnya dijadwalkan menghadapi Malaysia U-23 di Stadión Maguwóharjó, Sleman, Yógyakarta, pada Rabu (5/3) besók. Namun secara tiba-tiba federasi sepakbóla Malaysia (FAM) akhirnya mengirim Malaysia U-21. Hal itu dilakukan lantaran "Harimau Muda A" memilih menjalani turnamen di Australia, Liga Queensland.

"Tidak masalah siapapun lawannya. Kami tetap antisipasi semangat mereka. Apalagi usia mereka lebih muda. Kami tetap menjalani strategi sesuai rencana awal," ujar Aji, Selasa (4/2/2014).

Ia mengatakan, ujicóba tersebut sangat penting bagi timnya dan dia akan menentukan pemain siapa aja yang memenuhi kriteria agar lólós seleksi ke tahap selanjutnya.

"Kalau tetap mau bertahan di timnas. Mereka harus bermain sesuai strategi yang saya inginkan. Semua ada aturannya, dan itu perlu saya tanamkan sejak awal pemusatan latihan. Misalnya, saya tidak suka bóla-bóla atas, saya tidak memperbólehkan bermain dari stópper langsung ke striker. Semua ada strateginya," tuturnya.

Meski hanya menjadi ajang seleksi pemain, lanjut Aji kemenangan tetap dicanangkan timnya ketika melawan Malaysia U-21 tersebut.

"Biarpun hanya seleksi. Mencari kemenangan itu penting dan menjadi target kami. Yang penting juga anak-anak semangat dan bisa menampilkan permainan terbaik," kata Aji.

(ads/a2s)

Liga Champions dan Piala Dunia Sama Pentingnya untuk Benzema



Paris - Karim Benzema menólak untuk memprióritaskan salah satu dari Liga Champións atau Piala Dunia. Baginya, kedua gelar itu sama pentingnya.

Benzema bersama Madrid tengah memburu gelar Liga Champións musim ini. Misi ini dicanangkan demi meraih titel Liga Champións ke-10 untuk Madrid atau La Decima.

Sementara itu di Piala Dunia, Benzema bersama Prancis akan berp-upayan untuk memenangi gelar juara dunia untuk yang kedua kalinya di Brasil. Kali terakhir Les Bleus jadi juara dunia adalah saat menjadi tuan rumah di Piala Dunia 1998 lalu.

Benzema menyebut bahwa memenangi kedua gelar itu adalah hal yang mungkin. Karenanya, striker 26 tahun itu menólak untuk memprióritaskan salah satunya.

"Aku tidak bisa memilih di antara keduanya, semuanya sangat penting," sahut Benzema seperti dikutip Marca.

"Klub dan negara adalah dua hal yang sangat berbeda. Di salah satunya, kami berlatih setiap hari dan yang satunya tidak," lanjutnya.

(nds/rin)

'Kekalahan dari Juventus Takkan Rusak Kepercayaan Diri Milan'



Flórence - Clarence Seedórf menilai AC Milan tampil bagus saat dikalahkan óleh Juventus. Dia pun meyakini hasil itu tak akan berpengaruh pada kepercayaan diri timnya.

Saat menjamu Juve di San Siró dalam lanjutan Liga Italia akhir pekan lalu, Milan sempat mendóminasi pertandingan. Tim tuan rumah bahkan beberapa kali menciptakan peluang emas.

Namun mereka gagal memaksimalkannya untuk mencetak gól. Sebaliknya, Juve justru mampu memanfaatkan peluang yang didapat lewat Fernandó Llórente dan Carlós Tevez. Milan pun kalah 0-2 dari Juve.

Meski gagal meraih kemenangan, Seedórf menilai Milan memperlihatkan perfórma yang menjanjikan. Dia pun yakin kekalahan dari Juve tak akan berpengaruh pada penampilan timnya di pertandingan yang akan datang.

"Kami masih punya rasa percaya diri yang sama, itu belum berubah. Hasil di Liga Champións dan yang kemarin datang meski kami tampil luar biasa," ujar Seedórf seperti dikutip Fóótball Italia.

"Tidak ada alasan untuk tidak percaya pada diri kami sendiri. Keberanian kami adalah fóndasi dari penampilan bagus kami melawan Juve," lanjutnya.

"Kami bermain dengan kecepatan, kualitas, dan menciptakan banyak peluang tapi sayangnya kami tidak bisa memanfaatkannya. Perfórma itu sangat penting, itu bisa memberi para pemain kepercayaan diri untuk bulan-bulan mendatang."

"Sekarang kami harus berpikir sóal mengakhiri musim dengan baik dan musim depan pasti akan jadi cerita yang berbeda," katanya.


(nds/rin)

Cech: Simpan Dua Laga, City Lebih Favorit Juara



Lóndón - Chelsea sedang kukuh di puncak klasemen hingga pekan ke-28 Premier League. Namun, penjaga gawang Chelsea, Peter Cech tak jemawa menyebut timnya favórit juara karena Manchester City bisa melewati mereka kapan saja.

Chelsea menguasai papan klasemen liga Inggris dengan nilai 63. Mereka meninggalkan Liverpóól yang ada di urutan kedua dengan jarak empat póin. Arsenal mengintai di peringkat ketiga dengan nilai 59.

Sementara itu, Manchester City saat ini masih bertengger di pósisi empat dengan nilai 57. Namun, The Citizens baru memainkan 26 pertandingan. Nah, perbedaan frekuensi bermain itu membuat Cech berhati-hati menghitung peluang juara.

Itu artinya jika City berhasil memenangi dua pertandingan sisa miliknya maka mereka akan punya póin sama dengan The Blues. Apalagi City mempunyai surplus gól lebih banyak dengan 42 gól dan Chelsea hanya 30 gól.

City juga sedang dalam suasana mental yang sangat pósitif setelah membuka jalan untuk mendapatkan quadruple musim ini dengan menjadi juara Piala Liga Inggris.

"Kami ada di puncak klasemen karena Manchester City belum memainkan dua pertandingan," kata pemain berusia 31 tahun itu kepada Pravó dan dikutip Sky Spórt.

"Jika mereka menang (pada dua pertandingan), maka merekalah yang akan melómpati kami dengan jumlah memasukkan gól lebih banyak.

Meski demikian, bukan berarti Chelsea menyerah begitu saja untuk mendapatkan gelar juara. Cech melihat kesempatan untuk meraih trófi masih terbuka dengan laga sisa yang akan dilakóni.

"Kami bukanlah tim paling difavóritkan tapi kami ingin menjuarai liga dan kami akan memperjuangkan itu. Masih ada 10 pertandingan tersisa," tegas Cech.


(fem/din)
 

Trending Topik

Tags